Mempercantik Taman dengan Background Batu Dekoratif

19 01 2012

Untuk masyarakat perkotaan, taman merupakan satu bentuk nilai estetika yang sangat diperlukan kehadirannya, karena selain berfungsi sebagai obat penghilang lelah di tengah rutinitas sehari-hari yang menjemukan, juga dapat membuat suasana rumah/hunian menjadi lebih sejuk dan nyaman jika taman tertata dengan baik.

Dulu orang beranggapan bahwa taman yang asri identik dengan lahan luas dan hal itu tidak mungkin diwujudkan di tengah hunian masyarakat urban perkotaan. Kini banyak taman mungil mulai banyak diciptakan, bahkan tak sedikit arsitek yang memasukkan taman mungil sebagai bagian dari disain rumah tinggal/hunian agar dapat menyatu dengan konsep desain secara keseluruhan. Aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah perlu diperhatikan ketika membuat taman karena hunian yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen yang dapat diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran merupakan langkah yang tepat. Jika kita mampu mempadupadankan keseluruhannya itu, maka hunian kita dengan taman mungilnya akan menjadi tempat favorit untuk melepaskan penat setelah aktifitas rutin yang sangat menyita waktu dan tenaga kita.

Mengolah taman bukanlah hanya sekedar bicara desain pemanfaatan tiap meter persegi lahan horisontal yang akan kita kelola, tetapi kita pun wajib mempertimbangkan tiap meter persegi bidang vertikal yang mengelilingi area taman yang akan kita desain. Material dekorasi vertikal yang sangat mudah dihadirkan sebagai pelengkap estetika taman dan juga tidak memakan ruang (space) dari lahan bangunan adalah BATU DEKORATIF. Sentuhan naturalnya mampu memberikan kesan estetis tersendiri bagi taman mungil kita jika ditempatkan sebagai background taman. Selain itu, karakternya yang “easy maintenance” dibandingkan finishing dinding lainnya pun menjadikan batu dekoratif ini menjadi pilihan favorit bagi para pemilik rumah/hunian. Sebut saja kotoran-kotoran yang menempel pada dinding atau tanah yang terciprat ke dinding yang telah dilapisi batu dekoratif, membersihkannya sangat mudah, cukup disemprot air dengan tekanan yang besar atau jika daya lekat kotorannya sangat kuat, dapat dibersihkan cukup dengan sikat kawat dan cairan kimia pembersih porselain/keramik. Untuk mengatasi lumut dan jamur pun cukup hanya dengan memproteksinya dengan coating batu alam secara berkala (1-2 tahun sekali). Begitu mudah dan murah biaya perawatannya, namun nilai keindahan yang dihadirkannya begitu fantastis. Itulah hebatnya batu dekoratif. Bahkan batu dekoratif pun dapat berbicara sebagai Vocal Point dalam taman mungil sehingga kehadirannya dapat  memperkuat style design secara keseluruhan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: