Cerita Seru Rumah Berbahan Bata Beton

1 05 2014

Cerita rumah berbahan dasar batu bata sepertinya sudah terlalu sering kita dengar. Kini, arsitek muda yang tergabung dalam SUBvisionary membuktikan kepada kita, bahwa olahan bata beton bisa jadi salah satu pilihan penyusun bangunan yang cantik, efisien, dan relatif murah. Setidaknya itulah yang dirasakan M.Ibnu Sina, sang pemilik.

Iben, panggilan M.Ibnu Sina, tak menyangka, bahwa rumah yang diidamkannya memang menjadi sebuah bangunan yang nyaman dan terlihat begitu inovatif dengan bahan-bahan material yang dipakainya. Berasal dari saran tim desainer SUB, Wiyoga Nurdiansyah, yang memberikan solusi pemanfaatan material bata beton fabrikasi.

Wiyoga menjelaskan, bahan ini berasal dari olahan semen yang memiliki karakter kuat dan rata daripada batu bata. Wajar saja, karena dari strukturnya, bata beton diproduksi dengan sistem kontrol kualitas yang ketat, sehingga berukuran rata, dan memiliki susunan material yang lebih padat dari batako.

Sentuhan bata beton mendominasi fasad dan pagar rumah. Plester semen digunakan di bagian sisi bangunan. Terasa adem di sini, terlihat dari cahaya matahari langsung yang bisa ditangkal dengan olahan massa bangunan dan atap berbahan dak beton. Terang tetap terasa, tanpa sinar yang terik menerpa.

Masuk ke bagian pelataran rumah, terlihat olahan detail bangunan yang memanfaatkan olahan dinding tanpa kusen untuk pintu dan jendelanya. Rumah terlihat kompak dan nyaman karena komposisi pintu, jendela, dan tembok yang bersatu apik. Jendela, pintu, dan dinding menjadi terikat dengan dinding karena peran engsel pivot yang terpasang di bagian atas dan bawah pintu. Demikian juga dengan jendela, memanfaatkan konstruksi engsel yang sama. Itu baru salah satu keuntungan menggunakan bata beton.

Menurut Iben, pemanfaatan bata beton ini merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan rumah yang relatif murah, cepat dikerjakannya, dan tetap tahan cuaca. Setelah bata beton selesai, maka permukaan bagian luarnya dilapisi dengan cairan anti jamur, yang doff (tidak mengkilat) sehingga permukaan bata beton tetap terlihat utuh dan tidak berubah bentuk menjadi lebih mengkilat. Penggunaan cairan ini bisa membuat bata-beton tahan dengan serangan jamur, walaupun dalam kondisi suhu tropis yang ekstrim

Bata konvensional membutuhkan lapisan semen pengikat yang lebih tebal, sehingga kekuatannya untuk menahan gaya horisontal harus didukung dengan kekuatan balok pada bagian atas dan bawahnya. Untuk itulah, bata beton hadir menawarkan jaminan atas keselamatan yang lebih untuk dijadikan pilihan material dasar rumah Anda.

Lebih Tahan Gempa

Penggunaan teknik ekspos lebih pas dengan bata beton ini. Sedangkan bata beton aerasi yang diekspos dan berwarna putih lebih cocok untuk pemanfaatan elemen interior. Penggunaan bata beton menurutnya menghemat waktu lebih banyak. Lapisan semen penempel cukup 3mm saja, bisa menghasilkan tampilan ekspos bata beton yang rapat dan rapi. Bata beton ini juga bisa berfungsi sebagai pengganti kolom praktis, dan lebih kuat menahan gaya horisontal saat terjadi gempa. Bata beton ini memiliki kuncian di bagian sisi kanan dan kirinya, sehingga terikat dengan bata beton di sebelahnya. Kelebihan inilah yang tidak dimiliki bata konvensional.

Bata beton yang digunakan oleh Wiyoga dan rekan berukuran 21cmx20cmx10cm dengan berat 1,44kg. Memiliki kekuatan tekan hingga 125kg/m3. Kelebihan lain penggunaan bata beton ini adalah penggunaan bahan material finishing yang hanya 15kg/m2 menjadikannya jauh lebih efisien dibandingkan batu bata merah biasa.

Foto: iDEA


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: